Senin, 12 Maret 2018 00:00

Mari Bergandengan Tangan Menggaet Wisman (wisatawan manca negara)

 

Promosi wisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung serta pengusaha pariwisata selama ini dinilai berhasil karena mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan setiap tahunnya. Hal ini dapat kita lihat dari data yang menunjukan kenaikan pada grafik diatas. Pada tahun 2016, jumlah wisatawan berada pada angka 292.885 orang meningkat drastis ditahun 2017 dengan jumlah 380.941 orang. Persentase dari tahun 2016 ke tahun 2017 mengalami kenaikan yang cukup tinggi yaitu sebesar 30,06 % jika dibandingkan pada tahun tahun sebelumnya yang hanya  16,5% pada tahun 2015. Angka-angka luar biasa pada tahun 2017 merupakan akumulasi wisatawan nusantara sebesar 371.338 orang dan wisatawan manca negara sejumlah 9.603 orang.

Dari data diatas tampak kunjungan wisatawan nusantara melesat lebih tinggi dari wisatawan manca negara. Hal ini terjadi hampir disemua daerah tujuan wisata di Indonesia dan menjadi tugas besar bagi kita semua untuk mengatasi ketimpangan tersebut. Sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya kunjungan wisman ke Indonesia khususnya Belitung jika dibandingkan dengan daerah wisata lainnya. Diantaranya adalah belum adanya penerbangan reguler dari manca negara yang berakibat langsung terhadap rendahnya jumlah wisatawan.  Aktivitas alam (cuaca ekstrim, banjir, kabut asap, kemarau, dll), daya tarik wisata lama yang membosankan alias belum tersentuh kreatifitas, wisata budaya yang belum digarap secara maksimal, fasilitas-fasilitas pendukung (pelayanan), serta faktor keamanan dan kenyamanan bertransaksi seperti pembayaran dengan tarif-tarif liar (diatas rata-rata) juga menjadi penyebab.

Ini adalah PR kita bersama untuk menentukan langkah dan menyusun strategi kedepan dalam rangka mendongkrak laju kunjungan. Meskipun sebenarnya tidak ada perbedaan yang serius antara wisatawan manca negara dengan wisatawan nusantara jika dilihat dari daya beli (perilaku pasar) terhadap produk-produk Indonesia (Belitung) misalnya oleh-oleh dan kuliner, tetapi promosi wisata yang mereka (wisman) lakukan kepada kolega dan keluarga ketika kembali ke negara asal dinilai lebih efektif alias lebih cepat mendapat respon/umpan balik.

Hal ini tentu saja menguntungkan kita dari segi pemasaran. Sedangkan perilaku konsumtif wisatawan nusantara yang lebih besar daripada wisman, kita diuntungkan secara finansial yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Belitung.

Marilah kita bersama-sama bergandeng tangan dari sekarang membangun kepariwisataan Belitung dengan saling menjaga keamanan, menjaga lingkungan dan selalu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh wisatawan baik itu lokal, nusantara dan manca negara. Salam sukses!

(Ruaida, S.IKOM)

Sumber:


Komentar Berita

Kirim Komentar

Nama
Komentar
Security Code