Senin, 7 Mei 2018 00:00

SUAK GUAL CULTURAL FESTIVAL (SGCF) 2018 DI BELITUNG

SGCF adalah event  yang digagas oleh mahasiswa – mahasisiwi UGM yang tengah mengadakan KKN di Desa Suak Gual Kecamatan Selat Nasik Kabupaten Belitung yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa Suak Gual, Pokdarwis Pagal Piling, Karang Taruna dan PKK Desa Suak Gual. Acara ini dilaksanakan sekaligus untuk mengangkat kearifan lokal masyarakat berupa permainan rakyat, tarian, musik dan lagu daerah.

SGCF yang diadakan pertama kali ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Belitung melalui beberapa instansi antara lain Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemuda dan Olaharaga, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan, PLN Area Tanjungpandan dan PLTD Selat Nasik.

Kedatangan Bupati Belitung beserta tamu undangan lainnya disambut dengan tradisi dan adat-istiadat masyarakat setempat yaitu diawali dengan dipikulnya Bupati Belitung dengan  menggunakan Juli yang diarak dengan iringan harmoni dan ketukan hadra yang dimainkan oleh Karang  Taruna Desa Suak Gual. Juli merupakan tandu yang dibuat  dari kursi yang dipasang kerangka bambu, bagian penutupnya menggunakan balutan kain yang dibentuk menyerupai pesawat atau burung. Biasanya Juli ini dipakai  pada acara resmi pernikahan untuk memikul pengantin laki-laki dan wanita yang kemudian diarak ke rumah mempelai laki – laki ataupun sebaliknya. Selanjutnya Bupati Belitung disematkan selempang yang dilanjutkan  penyambutan dengan Tarian Selamat Datang.

Dalam hal ini Bupati Belitung menyampaikan sambutannya sekaligus membuka SGCF 2018 ini secara resmi dengan memukul gong sebanyak 5 kali. Dalam sambutannya beliau memberikan apresiasi kepada masyarakat sekaligus memberikan motivasi bagi masyarakat terlebih dengan tugas besar yang harus diemban bersama untuk  mempersiapkan Belitung sebagai destinasi dunia. Masyarakat Belitung sudah seharusnya bersyukur dengan kekayaan alam yang dimiliki, sumber rezeki ada di darat dan di laut, marilah kita bersinergi dalam menjaga dan membangun negeri tercinta ini, mari memaksimalkan usaha karena Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu bangsa, sebelum bangsa itu mengubah nasibnya sendiri” ungkap Bupati Belitung dalam sambutannya. Setelah menyampaikan sambutannya Bupati Belitung dan tamu undangan lainnya dijamu Makan Bedulang. Makan bedulang ini adalah tradisi cara makan khas Belitung yang unik dan penuh  makna karena mengandung makna filosofis.

Semoga SGCF 2018 ini berdampak baik untuk kemajuan pariwisata Suak Gual, menjadi inspirasi bagi daerah – daerah lain untuk menciptakan event-event menarik lainnya  dalam menunjang pembangunan kepariwisataan Belitung.

Penulis : Yeni Okto Sundary Dabukke

Sumber:


Kirim Komentar

Nama
Komentar
Security Code