Jum'at, 8 Juni 2018 00:00

SINERGI PARIWISATA DALAM RAMADHAN 1439 HIJRIAH

 

FGD (Forum Group Discussion) Pelaku Pariwisata istilah kerennya untuk diskusi pariwisata yang diadakan sebagai rangkaian kegiatan Silaturahmi para pelaku pariwisata dan masyarakat Belitung ‘BUKBER 1000 PELAKU PARIWISATA’ di Pantai Tanjung Pendam, Rabu 6 Juni 2018.

FGD pelaku pariwisata dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung Ir. Hermanto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur Evinardi, S.Sos,  Praktisi Pariwisata Rustam Efendi, Penulis dan Budayawan Fitro Rozi dengan penilaiannya dalam bahasa Belitong Ketua Lembaga Adat Belitung H. Ramli Said, Budayawan Belitung Andi Susanto, berlangsung sangat menarik dengan topik-topik bahasan seputar permasalahan pariwisata Pulau Belitung pada umumnya diantaranya aksesibilitas antara Belitung dengan Belitung Timur, bentuk sinergitas Belitung dengan Belitung Timur dalam membangun pariwisata Pulau Belitung hingga logo Belitung yang dirasa cocok bila digunakan sebagai logo pariwisata Kabupaten Belitung Timur.

            Menanggapi beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan pariwisata Kabupaten Belitung, Ir. Hermanto menjelaskan diantaranya yaitu persoalan aksesibilitas dari Belitung ke Belitung Timur, Kabupaten Belitung telah maksimal mengupayakan pembangunan aksesilitas tersebut hingga batas Kabupaten Belitung, bahkan sebagai tindak lanjutnya telah diupayakan konsep pengembangan kawasan diantaranya aksesibilitas mulai dari Sungai Padang hingga ke Air Kelik. Selain itu permasalahan sampah yaitu perlu dibangun TPA Regional Belitung dengan Belitung Timur melalui Menko Perekonomian yang harus dikawal sama-sama dan masuk dalam perencanaan tata ruang masing-masing. Masalah sinergitas antara Belitung dengan Belitung Timur, beliau berharap dapat lebih serius lagi dengan adanya komitmen bersama yang diperkuat oleh peran provinsi. Selain itu permasalahan buku panduan pemandu wisata sangat memerlukan peranan lembaga adat Belitong untuk penjelasan dan penajaman khusus akan destinasi tertentu yang berkaitan dengan sejarah dan sisi budayanya. Berkaitan dengan branding WAUU Belitong dapat dijadikan branding bersama karena adanya kesamaan filosofi bahkan gambar pulau Belitung yang tidak membedakan wilayah. Pada akhirnya, Beliau berharap dapat diadakan kegiatan serupa di waktu kedepan  (fransisca)

 

Sumber:


Kirim Komentar

Nama
Komentar
Security Code