Kamis, 4 Oktober 2018 00:00

Rias, Sayur Kuno Terenak Dari Belitung Yang Tetap Eksis

 

Bagi sebagian besar orang tua di Belitung tentu saja mengenal sayur berbahan dasar batang pisang ini. Di Pulau Jawa biasa disebut gedebog atau gebog pisang. Rasanya gurih manis dan bau rengangnya inilah yang disukai banyak orang.  Rengang dalam bahasa Belitung berarti bau harum khas yang berasal dari ikan pari asap/bakar. Makanya sekali terlihat, sayur ini langsung diserbu, disantap dengan lahap.  Diperkirakan Rias sudah berumur ± 200 tahun hingga sekarang (Achmad Hamzah-Budayawan). Sayur Rias atau dikenal dengan nama Rias adalah sayur berkuah santan dengan paduan ikan pari (Dasyatis sp) asap/bakar berbumbu khas kelapak tunu (daging kelapa dibakar lalu ditumbuk).

Ikan asap/ikan bakar yang dipadukan dengan batang pisang inilah sebenarnya penyebab Rias ini ada. Ikan pari asap/bakar ini merupakan salah satu siasat untuk menghadapi kelangkaan pangan atau musim barat ketika itu. Makanya sayur ini dulunya biasa dijumpai di daerah pesisir Belitung seperti Pulau Seliu, Desa Tanjung Rusa, Mentigi, Desa Padang Kandis, Desa Sungai Padang dan Pulau Selat Nasik. Seiring berjalannya waktu, Rias terkenal hingga ke daratan Belitung. Di Indonesia, sayur berbahan dasar serupa juga bisa dijumpai di Bali (Jukut Ares) dan Lombok, Nusa Tenggara Barat (Ares). Bahkan masyarakat Lombok menjadikan Ares sebagai makanan khas dari daerah mereka.

Untuk diketahui, tidak semua batang pisang bisa langsung disayur. Yang dipakai atau bisa dimakan hanya bagian dalam batang dari pohon pisang yang belum berbuah dan tingginya ± 1 meter. Batang semu (pseudostem) pisang yang berwarna putih inilah bahan dasar Rias. Berbumbu bawang merah, lengkuas, kunyit, sedikit santan dan campuran ikan, rasanya patutlah Rias dinobatkan menjadi Sayur Terenak Di Indonesia dari Belitung. Semoga. (ruaida)

Sumber:


Kirim Komentar

Nama
Komentar
Security Code