Selasa, 23 Oktober 2018 00:00

Nirok Nanggok, Tradisi Menangkap Ikan Musim Kemarau Di Belitung

 

Nirok Nanggok, zaman sekarang, mungkin terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat Belitung. Hal ini wajar karena kegiatan menangkap ikan di sungai/ lembong (danau kecil) secara bersama-sama/berkelompok menggunakan alat tirok dan tanggok pada musim kemarau panjang sudah jarang dilakukan warga. Tirok adalah tombak kayu bermata besi runcing berdiameter 1-3cm dengan panjang 2-4 meter. Cara menggunakannya yaitu dengan dihunjamkan kedasar sungai untuk mendapatkan ikan. Sedangkan tanggok atau tangguk adalah keranjang rotan berbingkai kayu yang dipakai untuk mengambil/mengaut ikan.

Dulunya, Nirok Nanggok sering diadakan di bagian daratan Belitung seperti desa-desa di Kecamatan Membalong dan Kecamatan Badau. Kemarau panjang menjadi faktor utama kegiatan ini bisa dilaksanakan atau tidak. Di Kecamatan Membalong saja baru dua tahun terakhir diadakan. Sedangkan di Kecamatan Badau, diperkirakan sudah hampir 20 tahun tidak dilaksanakan dan baru-baru ini diadakan kembali setelah musim panas yang cukup lama melanda Belitung dalam tiga bulan terakhir.

Pemerintah Desa Badau (Kepala Desa beserta pegawai) bersama seluruh warga Badau sepakat melaksanakan Festival Lomba Nirok di Pulau Rasau. Pulau Rasau bukanlah seperti pulau yang kita bayangkan selama ini tetapi ia hanyalah sebuah daratan kecil dikelilingi sungai yang lokasinya persis berada disebelah kanan jalan utama (jalan lintas) dari Tanjungpandan menuju Kec. Badau/ ke Kabupaten Belitung Timur. Diikuti ± 200 peserta dari berbagai desa yang ada di Kec. Badau, hadiah yang disiapkan cukup menggiurkan. Untuk juara 1,2,3,4 dan 5, hadiah berupa uang tunai Rp.1.000.000, Rp.750.000,-, Rp.500.000,-, Rp. 300.000,-, Rp.200.000,- beserta trofi. Sedangkan untuk hadiah besarnya (jackpot), disediakan hadiah untuk 25 peserta yang berhasil menagkap Ikan Sebarau/Barau-barau (Hampala macrolepidota).

Antusiasme masyarakat yang besar terlihat bukan hanya dari peserta saja, tetapi dari luar yang sengaja datang untuk menyaksikan Nirok Nanggok ini. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Camat Badau, Robert Harison, M.Si. Beliau  mengatakan jika Festival Nirok ini akan diadakan kembali tahun depan dengan skala yang lebih besar dan promosi yang lebih luas.

“Kegiatan ini nantinya akan kami evaluasi. Hal-hal apa saja yang dibutuhkan dan perlu ditambahkan untuk pelaksanaan tahun depan. Tujuannya bukan hanya

 

melestarikan tradisi nirok saja tetapi lebih mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa Kecamatan Badau juga mendukung pengembangan kepariwisataan Belitung.

Lokasi ini rencananya akan dijadikan objek wisata pemancingan sehingga wisatawan datang tidak hanya menyaksikan Nirok Nanggok saja tetapi bisa mengikuti kegiatan lain yang lebih seru dan menyenangkan” ujarnya sesaat setelah pembukaan festival dilakukan. Senada dengan Robert, Kepala Desa Badau, Supardi, yang juga Ketua Festival Lomba Nirok mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan dinas terkait untuk penyediaan bibit ikan air tawar.

“Untuk kedepannya, kami akan bekerja sama dengan Dinas Perikanan Kab. Belitung untuk penyediaan bibit ikan sekaligus belajar tata cara pengembangbiakannya. Lokasi yang sangat luas ini sangat bagus dijadikan lokasi pemancingan dan saya berharap semua pihak mendukung kegiatan ini” katanya. (ruai)

Sumber:


Kirim Komentar

Nama
Komentar
Security Code