Selasa, 30 Oktober 2018 00:00

Ayo Jadikan Belitung Sebagai Destinasi Wisata Halal Di Indonesia

 

Apasih Wisata Halal itu? Wisata halal adalah kegiatan berwisata dikhususkan untuk memfasilitasi kebutuhan umat muslim. Mulai dari adab selama perjalanan berlangsung seperti akomodasi, amenitas, hingga sajian-sajian yang dihidangkan mengacu pada aturan umat islam secara utuh atau sesuai dengan syariat islam. Wisata Halal mulai diperkenalkan pada tahun 2015 di even WHTS (World Halal Tourism Summit) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab yang bertujuan menyadarkan orang bahwa pangsa pasar wisata halal sangatlah besar.

Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar didunia dan di asia, memiliki peluang besar sebagai destinasi wisata halal. Jika selama ini negara-negara tujuan wisata halal adalah Arab Saudi, Palestina, Turki, Uni Emirat Arab, Mesir, Malaysia dan Maladewa, maka Indonesia paling besar daya tariknya untuk diwujudkan. Apalagi keunggulan-keunggulan disetiap destinasi yang ditawarkan memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh negara lain.

Ada beberapa syarat wajib yang harus terpenuhi agar sebuah destinasi wisata bisa dinyatakan halal yaitu perwilayahan, daya tarik wisatawan, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, investasi dan dukungan pemerintah. Bagi para pelaku pariwisata atau siapapun yang ingin mendapatkan sertifikasi halal bisa langsung mengajukan permohonan beserta berkas persyaratan ke LPPOM MUI di masing-masing provinsi atau bisa  mengakses situs www.e-lppommui.org.

Direktur LPPOM MUI Provinsi Bangka Belitung, Nardi Pratomo, menyambut baik program pengembangan destinasi wisata halal. Saat diwawancarai via telepon beliau mengatakan bahwa dengan adanya sertifikasi halal untuk usaha pariwisata dan pelaku bisnis lainnya akan membuat wisatawatan merasa aman dan nyaman berada di destinasi tersebut.

“Ketika sebuah usaha /produk sudah mendapatkan sertifikasi halal, secara otomatis, label halal dari MUI itu akan dipasang pada produk tersebut. Atau jika ia sebuah usaha jasa seperti hotel/restoran/rumah makan dan sarana wisata lainnya, akan dipajang di pintu depan. Hal ini juga merupakan edukasi bagi masyarakat agar tidak was-was ketika menggunakan fasilitas-fasilitas didalamnya. Untuk usaha/produk Non Halal, pelaku usaha pariwisata/ pelaku bisnis lainnya juga dihimbau untuk memberikan informasi kepada masyarakat secara benar dan transparan bahwa fasilitas atau produk yang mereka jual merupakan usaha jasa produk/ non halal”. Dalam waktu dekat Kabupaten Belitung juga akan kami ajukan ke pusat sebagai Daerah Pengembangan Destinasi Wisata Wisata Halal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung”.

Senada dengan yang disampaikan oleh Nardi, Wakil Direktur Bidang Auditing LPPOM MUI Provinsi Bangka Belitung menyampaikan bahwa perhatian masyarakat saat ini sangat besar terhadap halal/non halal dari sebuah produk/usaha jasa. Karena ketika sudah memiliki setifikat halal, sudah pasti akan lebih diminati pembeli/wisatawan dengan alasan lebih terjamin kesehatan, kebersihan dan keamanannya.

Saat ini di Indonesia sudah ada 10 provinsi destinasi wisata halal yaitu Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Nangroe Aceh Darusalam, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Sulawesi Selatan, dan Provinsi Banten. Sedangkan Provinsi Bangka Belitung dan 24 provinsi lainnya tentu saja memiliki peluang yang sama untuk menjadi destinasi wisata halal dengan catatan semua sektor di destinasi tersebut bekerja sama mewujudkannya mulai dari pelaku pariwisata, pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat pada umumnya. Jika terlaksana, pemenuhan target 20 juta kunjungan wisatawan manca negara tahun 2019 oleh Kementerian Pariwisata RI optimis tercapai.



Kirim Komentar

Nama
Komentar
Security Code