Senin, 30 September 2019 00:00

Mid Autumn Festival

Mid Autumn Festival (Festival pertengahan musim gugur) adalah perayaan yang dilakukan masyarakat Tionghoa setiap tanggal ke-15 bulan ke-8 dalam penanggalan China dan merupakan salah satu festival terpenting di Tiongkok. Di Indonesia, perayaan ini juga disebut sebagai Festival Kue Bulan, karena perayaan ini ditujukan untuk Dewi Bulan dalam kepercayaan Buddha. Pada saat perayaan, keluarga berkumpul untuk sembah-hyang dan makan kue bulan bersama. Kue bulan berbentuk bulat yang berarti keutuhan dan kesatuan.
Dalam menyambut Festival Kue Bulan, Vihara Mudita Maitreya melakukan bazar vegetarian di pelataran hingga halaman Vihara pada tanggal 6-15 September 2019. Terletak di Jalan Anwar Aid, atau dekat pusat kota membuat banyak sekali masyarakat yang datang untuk jajan makanan vegetarian. 
Seluruh makanan yang dijual merupakan makanan vegetarian, seperti sayuran hijau, kentang goreng, cakwe, sate, bakso, bahkan nasi padang vegetarian. Meskipun bakso, sate, dan nasi padang berbahan dasar daging, namun berbeda dengan yang dijual pada bazar vegetarian. Semuanya terbuat dari sayuran dan bahan organik. Misalnya nasi padang yang menggantikan daging sapi dengan gluten (campuran gandum) yang tentunya dibentuk sedemikian rupa mirip dengan daging sapi, dan sate yang menggunakan jamur sebagai pengganti daging ayam.
Meski bazar ini dilaksanakan di Vihara, namun yang datang tidak hanya dari kalangan masyarakat Tionghoa, namun masyarakat sekitar juga diperbolehkan untuk datang. Selain harganya yang terjangkau dan dipastikan halal, makanan vegetarian memberikan sensasi unik. Dimana sayuran menggantikan peran daging yang biasa dikonsumsi, namun dengan bentuk dan rasa yang tidak kalah enak dengan daging aslinya.
Kebersamaan dan kerukunan yang terjalin antara masyarakat Tionghoa dengan masyarakat sekitar merupakan harta yang sangat berharga. Belitung dikenal sebagai daerah dengan toleransi yang tinggi antar umat beragama. Untuk itu, seluruh masyarakat harus dapat terus menjaga kerukunan dan toleransi agar tidak terjadi perpecahan dalam masyarakat yang multikultural.(sigit)
Sumber:


Kirim Komentar

Nama
Komentar
Security Code